Selamat Datang Di Website RSU Kab. Tangerang

Maternal & Neonatal

Detail Rujukan Provinsi Maternal & Neonatal

    Pelayanan obsteri dan neonatal regional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Rumah akit dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar PONED) di tingkat Puskesmas. Rumah Sakit PONEK 24 jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan  dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.
    Kesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, disamping sandang pangan dan papan. Tanpa hidup yang sehat, hidup manusia tanpa arti, sebab dalam keadaan sakit, manusia tidak mungkin dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik. Hak atas perawatan kesehatan yang merupakan hak asasi sosialnya dapat dilihat dalam artikel 25 “United Nation Universal Declaration of Human Right (The Right to health Care)” yang merupakan hak setiap orang dalam kaitannya dengan hukum kedokteran merupakan hak pasien. Hak pasien atas perawatan kesehatan ini bertitik tolak dan berhubungan dari hubungan antara dokter dengan pasien yang disepakati dunia internasional.
    Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang harus diwujudkan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
    Sejalan dengan amanat pasal 28 H ayat (1) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 beserta perubahannya, telah ditegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan, kemudian dalam Pasal 34 ayat (3) dinyatakan Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.
    Pada pasal 53 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menentukan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit suatu kelompok dan masyarakat, hal ini sangat jelas bahwa dalam keadaan bagaimanapun tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan mendahulukan pertolongan serta keselamatan jiwa pasien.
    Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia merupakan tertinggi di Asia Tenggara, angka kematian ibu merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Dari hasil survei yang dilakukan (SDKI) telah menunjukkan penurunan AKI dari waktu ke waktu, pada tahun 1994 AKI 390 per 100.000 kelahiran hidup, tahun 1997 AKI 334 per 100.000 kelahiran hidup, tahun 2002 AKI 307 per 100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2007 AKI menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup.Namun pada sensus demografi kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 terjadi kenaikan AKI menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup.Sehingga masih diperlukan upaya keras untuk mencapai target RPJMN 2010-2014 yaitu 118 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2014 dan tujuan pembangunan milenium (Millenium Development Goals), yaitu AKI 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.Faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung kematian ibu adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas seperti perdarahan, pre eklampsia/eklampsia, infeksi, persalinan macet dan abortus. Penyebab tidak langsung kematian ibu adalah faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu hamil seperti EMPAT TERLALU (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran) menurut SKDI 2012 sebanyak 22.5%, adapun yang mempersulit proses penanganan kedaruratan kehamilan, persalinan dan nifas seperti TIGA TERLAMBAT (terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawat daruratan).
    Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1051 tahun 2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 jam di Rumah Sakit merupakan upaya untuk mencegah dan mengatasi terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Dalam pedoman PONEK tersebut dijumpai kriteria Rumah Sakit PONEK antara lain menyangkut sarana, sumber daya manusia dan pendanaan, mencakup juga standar-standar yang harus terpenuhi, misalnya ; standar waktu penerimaan ke gawat daruratan di IGD dalam 10 menit, persiapan di kamar bersalin 30 menit untuk dapat dilakukan tindakan intervensi, penyediaan darah dan laboratorium kurang dalam 1 jam, serta tindakan definitif dapat dilaksanakan dalam 1 jam.
    Monitor dan evaluasi kinerja PONEK meliputi, fasilitas fisik, kinerja kelompok kerja di unit gawat darurat, kamar bersalin, kamar operasi (harus mampu dilakukan tindakan operatif dalam waktu kurang dari 30 menit setelah diputuskan), angka rasio kematian ibu 200 per 100.000 kelahiran hidup, Case Fatality Rate harus menurun per tahun kurang dari 20 persen.
  • Kunjungan ANC
    Kunjungan ANC rata-rata pada tahun 2018 adalah 195 per bulan, dengan kunjungan terendah pada bulan Februari yaitu sejumlah 195 dan tertinggi pada bulan Januari 213.
  • Kunjungan PONEK
    Kunjungan total dari kunjungan IGD Maternal pada triwulan I tahun 2018 sejumlah 959. Dengan rata-rata kunjungan perbulan sebanyak 320. Kunjungan terendah dibulan Februari238 dan kunjungan tertinggi bulan Maret yaitu 381.
  • Capaian Respontime
BULAN < 1 JAM % >1 JAM %
Januari 2018 343 90% 38 10%
Fabruari 2018 195 82% 43 18%
Maret 2018 280 82% 60 18%
  • Persalinan dan tindakan
Tindakan Jan Feb Mar Total
P. Spt 133 73 112 318
Sungsang 14 10 19 43
EF 2 1 2 5
EV 10 10 7 27
SC 140 86 94 320
JUMLAH 299 180 234 713
    Jumlah seluruh persalinan triwulan I tahun 2018 sebanyak 713. persalinan normal sebanyak 318 (44%), Persalinan Sungsang sebanyak 43(6%), Persalinan dengan Forcef sebanyak  5 (1%), Persalinan dengan Vaccum 27 (4%) Persalinan dengan Sectio Sesarea sebanyak 320 (45%)
  • Rujukan SIJARI EMAS
JAN FEB MAR TOTAL
RUJUKAN 148 87 97 332
    Rujukan Sijari Emas triwulan I tahun 2018 sejumlah 332.
  • RUJUKAN TANPA SIJARI EMAS
RUJUKAN JAN FEB MAR TOTAL
MASUK KE RSU 127 94 134 355
SPGDT KE RS LUAR 0 0 1 1
  • Indikator PONEK
  • 1. Angka Kematian Ibu
PENYEBAB KEMATIAN JAN FEB MAR JMLH
PEB/Eklamsi 0 2 1 3
Sepsis 0 0 0 0
Perdarahan 1 0 0 1
DOA 1 0 0 1
PenyakitIbu 1 0 1 2
 Jumlah 3 2 2 7
  • Case Fatarily Rate
Case Fatality Rate (PEB) : 3  X  100%  = 3,2% 92
  • Case Fatality Rate (Perdarahan):
1   X  100%  = 0,8% 116
  • Case Fatality Rate Sepsis
0X  100%  =0%  
  • AKI
7 X 100%= 0.98% 713  
  • AngkaSeksiosesarea
320X 100%= 45% 713  
  • HASIL PENCAPAIAN NEONATAL
  1. Pelayanan Perinatal Neonatal
Kunjungan Jan Feb Mar Total
Level I 301 184 218 703
Level II 10613 81 94 281
Level III 13 10 16 39
Total kunjungan Perinatal Neonatal triwulan I tahun 2018 sebanyak 1.023. Kunjungan level I 703 (69%), kunjungan level II sebanyak 281 (27%) dan kunjungan level III sebanyak 39 (4%) 2. IMD
Jan Feb Mar Total
IMD 229 125 166 520
    Inisiasi Menyusui Dini capaian triwulan I tahun 2018 sebanyak 520
3. Rawat Gabung
Jan Feb Mar Total
ASTER 142 93 85 320
ANYELIR 66 38 48 152
Jumlah 208 131 133 472
    Total Rawat gabung pada bayi bugar triwulan I tahun 2018 sebanyak 472.  Sebanyak 68% di Pav Aster dan sebanyak 32% di Pav Anyelir.
4. PMK
Jan Feb Mar Total
PMK   27 14 25 66
    Capaian Perawatan Metode Kanguru pada bayi BBLR rata-rata pada triwulan tahun 2018sebanyak 66. Dengan kunjungan terendah padan bulan Februari yaitu sebanyak 14 (21%).
  • Indikator Neonatal
  • 1. Angka Kematian Bayi
 Penyebab Kematian Jan Feb Mar Total
IUFD 7 6 17 30
Still Birth 3 4 5 12
BBLR 4 5 6 15
Asfiksia 4 4 4 12
RDS 1 1
Anencephal 1 1
Meningoancephal 1 1 2
Sepsis 2 3 1 6
Multiple congenital 1 1
MorbusHisprung 1 1
gastroscizis 1 1
Tetanus neonatorium 1 1
Achondrogenesis 1   1
TOTAL 23 25 36 84
  •  PERMASALAHAN
  1. Respontime dari kegawatdaruratan maternal pada level T1-T4 < 1 jam masih banyak belum terpenuhi.
  2. Sistem rujukan melalui Program Emas dan Permenkes 001 masih sering tidak terpenuhi.
  3. Emergency Maternal Neonatal yang membutuhkan NICU/ICU masih banyak belum terpenuhi
  4. Tindakan Emergency Operatif masih sering tertunda sehubungan lambatnya konsultasi, tidak tersedianya kamar bedah karena terpakai operator lain.
  5. Tidak dapat terlaksana operasi emergensi dengan 2 kamar.
  6. Sampai saat ini belum dapat terlaksana peran dokter triase sebagai fungsi awal tatalaksana gawat darurat (maternal)
  7. Ruang IGD Maternal terlalu kecil hanya ada 2 tempat tidur dan 1 monitoring yang tidak memadai bila pasien masuk cukup banyak (loading kasus besar)
  1. Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Komprehensif (PONEK) 24 jam pada Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, meliputi ;
    • - Melaksanakan pelayanan kesehatan maternal neonatal normal dan beresiko tinggi
      - Penyelenggaraan Rawat Gabung Ibu dan Bayi
      - Penyelenggaraan Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Exlusive
      - Perawatan metode kanguru pada BBLR (ruang Anyelir Bawah)
      - Pelaksanaan Rujukan mengikuti peraturan Bupati dan Peraturan Menteri Kesehatan RI
  2. Konsultan Fetomaternal
  3. Konsultan Onkologi Ginekologi
  4. Pelayanan Fertilitas Indokrinologi
  5. Pelayanan Uroginekologi
Team Pelayanan Unggulan Maternal
  1. dr. Eddy Toynbee SpOG(K), MHKes
  2. dr. Djasarito, SpOG
  3. dr. Wisnu Setyawan, SpOG(K)
  4. dr. Iwan Kurnia, SpOG(K) onk
  5. dr. Kukuh Wibowo, SpOG(K)
  6. dr. Dhika Prabu A, SpOG, Mkes
  7. dr. Shandy Prayudhana, SpOG
  8. dr. Rizki Azenda, SpOG
  9. Dr. dr. Wiku Andonotopo, SpOG(K)
  10. dr Akhmad Khalief Emir, SpOG
Team Pelayanan Unggulan Neonatal
  1.  dr. Henny Herlina, SpA
  2. dr. Udjiani Edi Pawitro, SpA
  3. dr. Nila Ayu Deliana Fitri, SpA, Mkes
  4. dr. Falentina Pandjaitan, SpA
  5. dr. Rika Oktarina, SpA, MARS
  6. dr. Fastralina, M.Ked (Ped), SpA
  7. Dr. dr. Rini Purnamasari, SpA
  8. dr. Arif Budiman, SpA
  9. Ns. Endang Subekti Skep
  10. Ns. Eni Prihatini, Skep
  11. Zr. Neneng Wahyu Sulihat
  12. Zr. Iin Nurhasanah, Amk
Fasilitas Maternal Neonatal
  1. USG 4 Dimensi Fetomaternal
  2. IGD Maternal Neonatal
  3. Ruang Perawatan Paviliun Aster dan Anyelir
  4. HCU
  5. Ruang Perawatan Onkologi dan Ginekologi
  6. Ruang Perawatan Kemotherapi
  7. Laparaskopi
  8. Inkubator NICU, Inkubator Sapet, dan Inkubator Warmer
  1. Selama tahun 2015 pelaksanaan PONEK 24 jam RSU Tangerang, pelayanan kegawat daruratan maternal neonatal dilakukan di IGD Maternal dan Neonatal, sesuai dengan Permenkes 1051 tahun 2008 dan terintegrasi dengan 5 konsep pelayanan konseptriace. Yaitu pasien masuk dengan gawat darurat, pasien tidak gawat tapi darurat atau pasien gawat tidak darurat, sehingga dokter, bidan dan perawat IGD bertanggung jawab terhadap lalu lintas masuk pasien masuk Rumah Sakit, dengan tidak membedakan pasien KSM apa tetapi konsep pasien adalah pasien Rumah Sakit Umum Tangerang harus ditangani secara terintergasi antara UGD dan KSM yang terkait untuk penatalaksanaan komprehensif
  2. Pelayanan Klinik Onkologi Ginekologi 2x dalam Seminggu, Senin dan Kamis
  3. Pelayanan Uroginekologi 1x dalam seminggu, setiap hari selasa
  4. Pelayanan Klinik Endokrinologi 1x dalam seminggu, setiap hari jumat
Cara merujuk
  1. Sistem SijariEMAS
  2. SPGDT
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan.
    • Jadwal Klinik Spesialis Kebidanan RSUD Kab. Tangerang
  • - Setiap Hari Kerja Senin s/d Jumat, Jam 07.30 - 14.00
 
    • Jadwal Dokter Klinik Spesialis Kebidanan IKW
Alur Rujukan Peserta BPJS Alur Rujukan Umum / Asuransi
  1. Penelitian In Vitro Kromosom
  2. Laporan kasus Anencephaly
  3. Penanganan kasus Plasenta
  4. Penelitian faktor resiko di RSUD Kab. Tangerang
  5. Hubungan Respontime terhadap kematian pada Pre Eklamsi
Jejaring RSU Kab. Tangerang meliputi ;
  1. Puskesmas PONET se-Kabupaten Tangerang
  2. Pendampingan keterampilan RS PONET di 7 Rumah Sakit Kabupaten Tangerang
    • - Siloam Hospital
      - RS Qadr
      - RSIA Bun
      - RS Mitra Husada
      - RSUD Balaraja
      - RSIA Harapan Mulya
      - RS Permata Hati
Aksebilitas
  1. Akses dari Kabupaten Tangerang menuju RSU Kab. Tangerang melalui angkutan umum, bus, atau kereta api.